Tampilkan postingan dengan label Omong Ompong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Omong Ompong. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Dream is a part of memory?

Well, now it is a friday. Fuckin' friday i say. Why? Because today i feel so dummy sleepy. Dummy. Dumi dum bi dam dubi dubi dam..... Errr, is it a jingle or something? Ah never mind. I was joking.

Dream? Ouch!
I 'see' her again in my dream. A long time dreaming, and i'm with her again?? I dunno, its just like running from an ugly pitbull and after u see backward it's not shown up, you feel easy but actually it just sitdown front after you. Waiting to bite, raaawrrrrrr!!!!!

Yes, i dreamed about her again. About her voice. Yes, i think i'v been forgotten her voice, but in my dream i just listen what she say, and that's true, its her voice. Damn. Damn. Shit damn. What is 'damn' mean? It is a good phrase? Or what?

The point is. I want to forget her. But, it is impossible if she just come on my dream, stealing the key of my memories and open the box. Love past box. Damn (again). Maybe i must smash my head, hope the box will come out and i can break it with hammer and throw it into the sea. I wish i could. Okay, thats it. I hope today will be a nice day.

PS: i love VR. Not her.

Regards, Arya.

Gengsi atau Butuh?

Manusia jaman sekarang, khususnya mulai akhir2 ini mulai individual. Yah, contohnya saja ketika mereka sedang menunggu antrian atm, atau sedang duduk terdiam bersama teman2 nya pasti ada orang yg gak henti2nya memandangi sebuah benda sebesar kepalan tangan dan mempunyai tombol banyak semacam querty. Apa itu? Sudah jelas kalian pasti tau. BB. Barang Busuk. Eh? Blackberry maksudku. Kata2 barusan tadi aku hanya bercanda, jangan dimasukkan hati.

Oke, BB atau blackberry sudah menjadi pemandangan umum, ada yg telanjang, ada yg berkondom, ada yg bersilikon. Orang muda, tua, nenek, kakek, adek, mas, abang, eneng semua pake. Tapi, apakah mereka sudah menggunakan BB itu secara maksimal? Atau mungkin hanya sebagai alat untuk menabur seksian? Eh gengsian?

Pernah, aku bertemu dengan kawanku ketika masih SD dulu. Aku lupa namanya (dan wajahnya) tiba2, dia datang lalu bilang 'eh pin mu brp??' aku berpikir secepat kilat 'ini siapa?kenal aja enggak minta pin, pin atm?? Atau mungkin mau minta pin kartu indomaret yg biasanya aku gunakan untuk membeli softex mantan?atau apa?' yah itu hanya di pikiranku. Actually aku menjawab 'aku gak pake BB'. Eh dia langsung bertanya dan terheran2 knapa aku gak pake BB. Wah, emang semua orang harus punya BB ya? BB itu mahal om. Klo aku udah kerja, berpenghasilan cukup dan aku membutuhkan sesuatu yg 'semua ada di genggaman' ya baru aku beli. Untuk saat ini? Ah, aku belum perlu. Dan mungkin sesedikit orang juga setuju padaku. Atau mungkin pura2 setuju karena semua ini hanya sandiwara? Mungkin juga si Ahmad Albar setuju. Dia pake BB jua gak sih? Ntar aku tanyain. Eh, kok jadi nyambung ke Ahmad Albar sih? Siapa dia? Penyanyi bukan?

Ya, intinya, BB itu gengsi aau butuh ya tergantung orangnya. Dan klo bagi orang itu BB bermanfaat ya berarti berguna. Tapi klo BB cuma buat alat penunjang gaya hidup, ya lain lagi critanya.

Cukup, sampai sini dulu ngocehanku. Ini juga sekalian merupakan tulisanku yg pertama di blog baru ini. Rumah baru, muka baru, anak baru (eh?) aku cuma bercanda.

Salam,

Arya Duta Padma.

PS: I love VR.